Ivo Nofiansyah
Seorang mahasiswa biasa yang males mencatat dengan segala catatannya. Hoby ngedesign dan segala hal yg berhubungan sama web. Termasuk ngedesign template ini. View My Complete profile...
Wew.. udah bertahun2 tak update blog.. sudah pindah tapi kubiarkan dia suspend karena tak terurus.. jadi balik ke sini lagi..
Apakah aku harus ulang dari awal lagi??
Tepat dua tahun lalu. Foto itu diambil ketika kami sedang refreshing di Dufan. Ketika kami masih sangat bangga mengenakan jaket Lab yang dengan sangat sulit, susah payah serta penuh pengorbanan kami dapatkan. Kini sebagian besar dari kami tengah sibuk KKP dan Skripsi. Tidak terasa itu telah terlewati dua tahun lalu. Akan selalu terkenang semua kisah sedih senang serta pengalaman berharga.
Kita tetap semangat teman..
"Anda akan mengkreasi hasil, jika berhasil memilih cara untuk
mengkreasinya."
Ikhwan Sopa – Trainer

Hidup Anda, sepenuhnya adalah komunikasi.
Jika Anda membuka mulut, dan orang lain mendengarkan, maka Anda telah
berkomunikasi.
Jika Anda membuka mulut dan Anda menguap, maka Anda telah berkomunikasi.
Untuk yang ini, kita bisa menyebutnya "Dragon Communication",
he…he…he… becanda.
Lanjuuutt…

Baru-baru ini gw sempet kaget lihat Riyanti ada di salah satu sinetron baru bernuansa religi islami (ya iyalah masa religi agama yang lain.. berabe donk jadinya). Loh koq kaget? Iya kaget,, gw kaget aja klo ternyata sinetron yang ikut-ikutan itu cepet juga keluarnya. Bukankah lebih cepat lebih baik? mumpung pesaing yang lain blom unjuk gigi.
Blom lama ini gw ngedukung banget sama programnya KDRI (Kementerian Desain Republik Indonesia) dengan membuat kaos ANTI SINETRON. Tapi gw pikir2 klo gw beli, nanti jadinya gw orang munafik,, walopun rasa benci gw ama sinetron Indonesia segede gaban, kadang2 gw masih nonton sebagian sinetron juga walopun karena saudara2 atau nyokap gw yang nonton, trus gw kebawa deh dengan satu episode penuh dengan bualan dan gw misuh-misuh pengen minta ganti channel. Dan dengan keselnya gw mengomentari setiap adegan ga realistis. Adegan yang gw pikir selalu mirip dan ga kreatif yang lebih kearah membodohi kebanding menyisipkan sarat makna berguna. Maaf ya sutradara, maaf ya penulis naskah, maaf ya produser. Tapi karya2 Anda memang hanya mencari rating dan keuntungan pribadi semata tanpa memikirkan dampaknya bagi generasi bangsa Indonesia.Titik segede kelapa!





