Ivo Nofiansyah
Seorang mahasiswa biasa yang males mencatat dengan segala catatannya. Hoby ngedesign dan segala hal yg berhubungan sama web. Termasuk ngedesign template ini. View My Complete profile...
Tepat seminggu yang lalu. Sabtu,12 Agustus 2006 anak2 AssLab berlibur ke Ciater, Bandung. Dalam pikiran gw,, yang namanya ke Ciater itu mo berendam air panas. Tapi rencana panitia beda. Berhubung panitianya Abang2 dan Mba2 senior Asslab, jadi susunan acaranya agak aneh. Yap, acara pertamanya berjudul Bandung Survival.
Dalam acara itu kami dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 6 sampai 7 orang. Disana kami harus survive dan menghasilkan uang sebanyak2nya dalam waktu 1 jam dengan modal yang seminim mungkin, bahkan modal dengkul. Setiap modal yang kami bawa baik berupa benda ataupun uang dihitung dalam nilai uang, dan penghasilan kami harus minimal sebesar modal tersebut. Ya,, tidak boleh rugilah. Misal suatu kelompok membawa sebuah gitar untuk mengamen, ya keuntungannya harus minimal seharga gitar itu.*
Hihi..acara yang aneh*
Perjalanan dari kampus ke Lembang berjalan lancar. Diperjalanan seperti biasanya yang orang2 lakukan. Nyanyi2 ngalor-ngidul dan nyanyi bareng bersama sang artis dari sebuah kaset yang putar. Untung bukan dangdut. Albumnya Ungu. Baguslah kalo gitu. Setidaknya bukan perjalanan yang membosankan. Hehe,, dasar anak2 norak. Di setiap tikungan yang terjal kami semua teriak2 seolah-olah naik JetCoaster. Emang sih, tuh supir suka bgt ngebut.
Sekitar pukul 10.00 wib kami semua berhenti di samping sebuah masjid di Lembang. Sejurus kemudian setelah briefing selesai dan peta jalan dibagikan aksipun dimulai. Kelompok kami yang terdiri dari dua wanita dan empat pria telah mempersiapkan beberapa jurus jitu. Dengan bermodalkan tiga buah alat musik sederhana. Haha.. bener2 alat musik sederhana. Terbuat dari botol kecil minuman fermentasi yang diisi beras. Rencana kami memang ngamen, tapi itu bukan rencana utama. Kami akan membagi team menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mencari pekerjaan di rumah makan atau toko2 terdekat dan kelompok lainnya mengamen.
Dengan modal nekat dan keberanian, kami menawarkan diri untuk bekerja di RM.Brebes. Untungnya sang pemilik baik banget. Kami diperbolehkan bekerja disana selama satu jam. Ya,, tentunya kerja apa aja kami harus terima, karena memang itulah yang kami ucapkan pertama kali. Tentunya dengan mengedepankan kejujuran agar mereka percaya.
Disana kami langsung memutuskan empat orang yang tinggal. Dua wanita dan dua pria. Yap, saya salah satunya. Sementara dua orang lainnya pergi untuk mengamen.
Perangpun dimulai. Ups!! Aksipun dimulai. Pekerjaan pertama kamii.. di dapur. Wuih, dapurnya luas juga. Ada beberapa panci dan kuali besar yang sedang mengepulkan asap. Sebagian pekerja keliatan sedang menguliti ayam2 segar yang banyaknya bukan main. Sebagian yang lain mengaduk2 kuali besar. Sementara yang lainnya hilir mudik sambil mengerjakan pekerjaannya masing2.
Pekerjaan pertama kami mencuci piring dan gelas. Dua orang mencuci piring, dua orang mencuci gelas. *
Gile bener.. tuh gelas ma piring kotor banyak be ge te*.
Setelah sekian menit berkutik dengan gelas2 dan piring2 kotor, akhirnya selesai juga. Huf ,,cape memang. Tapi waktu masih cukup lama untuk menuju satu jam. Walhasil kami harus mencari kerjaan lain yang bisa dikerjakan. Kami pun menanyakannya kepada sang berwenang. *
hehe,, polisi kali berwenang*. Tau pekerjaan kami selanjutnya?. Ternyata pekerjaan kami yang selanjutnya adalah membantu seorang Bapak yang sedang duduk di sudut rumah makan untuk menusukkan daging2 mentah ke bambu2 kecil panjang yang runcing. Yap benar sekali, membuat sate.
Satu sate tujuh tusuk. Ucapkan 10 kali dengan cepat!!. Haha,, permainan masa lalu. Tapi bukan tujuh tusuk melainkan empat tusuk tiap satenya. Tiga potong daging dan satu potong hati. Amis memang,, tapi tidak tercium bagi kami. Mungkin karena tangan kami masih tercium harumnya sabun colek. Hehe,, tapi bersih loh.
Ditengah-tengah asiknya menusuk2 daging sate, beberapa orang panitia datang dan merekam kami dengan handycam. Haha,, seru juga.
Tidak berapa lama kemudian dua orang dari kami berinisiatif untuk kembali ke dapur. Berfikir kalau-kalau datang lagi beberapa piring dan gelas kotor. Yap, benar sekali. Ternyata memang ada beberapa piring kotor disana dan tidak sebanyak tadi. Setelah mendapat izin dari seorang ibu-ibu, kami pun mencuci piring2 kotor tersebut. Tidak berapa lama selesai. Kami beralih mengelap piring2 yang telah dicuci tersebut dengan lap bersih. Rasanya hangat. Tadi memang gue lihat piring2 tersebut disiram dengan air panas.
Ups, ga terasa satu jam dah berlalu. Dua orang teman gw yang ngamen tadi berniat menjemput. Kami semua berkumpul di dapur rumah makan tersebut. Masih banyak piring yang belum dilap. Ya,, kami menyelesaikannya dulu.
Lalu ,, bagaimana dengan upah kami?. Hihi,, kami diupah dengan enam bungkus ’Pecel Ayam Brebes’ seharga Rp50.000,-(Lima puluh ribu rupiah). Klo dua teman kami yang ngamen mendapatkan uang sekitar kurang lebih Rp5.900,-.(Lima ribu sembilan ratus rupiah).Mereka menceritakan bagaimana senangnya mereka mendapatkan uang pertamanya dari hasil mengamen sebesar Rp500,-(Lima ratus rupiah). Tuh kan,, susah kan cari duit?!.
Setelah photo2 sebentar, kami pamit dan bergegas berkumpul dengan rombongan. Di tengah perjalanan, kami melihat satu kelompok yg lain memakai seragam hitam-putih di depan rumah makan Brebes lainnya. Entah apa yang mereka lakukan. Seperti waiters.
Hmm,, sejauh yang kami tau, kami berhasil mengumpulkan uang terbanyak.
Diakhir cerita, kami mendapatkan juara ke dua. Ya,, harus puas dengan keputusan juri.
Nah,, bagaimana dengan cerita kelompok yang lainnya? Yang jelas gw nggak bisa menceritakannya satu-persatu. Trus,, bagaimana gw bisa tau apa yang terjadi dengan mereka?. Tentu aja mereka yang cerita sendiri. Di Depan semua kelompok dan panitia, kami menceritakan apa yang telah kami lakukan..
Banyak cerita2 lucu yang terjadi. Seperti :
- Ditelpon ditengah2 mengamen. *
lho koq pengamen punya HP? Bagus lagi. Bingung deh tuh sang pendengar, Ibu-ibu lagi*.
- Ngamen sambil ngalungin HP bagus. Ga sadar tuh die. BAGUUUSSS
*.
- Ngamen sambil photo2. *
Ini pengamen apa photografer? Jangan2 acara reality show?.
- Tiga orang perempuan menarik dan berseragam kompak yg mengamen di toko2. Kirain mo jadi SPG, eh malah ngamen.
Malu-maluin!.
- Di usir gara2 ngambil lahan orang *
Hi,, takut tuh..*
- Kerja di Rumah makan yang semua pekerjaannya dah dikerjain sebelumnya. *
nah loh bingung mo ngapain!?*.
Oh iya, waktu itu kami sempet main Paint Ball. Mau tau serunya main PaintBall? Tunggu cerita selanjutnya!!.
Eh iya, tadi ditengah perjalanan menuju ke Lab gw ngeliat ada tulisan di sebuah gerobak. Entah pemilik seorang pemulung atau tukang jual-beli besi tua.
”BER 2 1 7 AN”
URI untuk menelusuri kembali entry ini adalah: http://fian.blogsome.com/2006/08/19/bandung-survival/trackback/
RSS feed untuk komentar dalam post ini.
Baris dan paragraf akan terbentuk secara otomatis, alamat e-mail tidak pernah ditampilkan, memperkenankan HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>






1
Maksudnya tiga orang perempuan menarik dan berseragam kompak itu siapa yah?? Pasti manis2 deh, jadi pengen minta tanda tangan.
Komentar oleh Rani — 21 August 2006 @ 10:59 am
2
cayo Vo…
bagus juga acaranya tuh, apa tadi… “Bandung Survival” ya?
Good Job, 4 u`r team!!
Komentar oleh UbAy — 25 August 2006 @ 4:11 am
3
jadi pengen ikutan…..:)
Komentar oleh andhi — 25 August 2006 @ 3:24 pm
4
tadinya ampir g pede banget tuh vini tapi setelah di jalani jadi enak juga yah ,.
jadi tambah pengalaman
Komentar oleh vini — 27 August 2006 @ 12:16 am