Ivo Nofiansyah
Seorang mahasiswa biasa yang males mencatat dengan segala catatannya. Hoby ngedesign dan segala hal yg berhubungan sama web. Termasuk ngedesign template ini. View My Complete profile...
Senin kemarin saya menyempatkan diri istirahat di rumah. Setelah bekerja semalaman maintenance sendirian. Sore hari saya duduk2 diruang tamu. Sambil baca2 buku. Ga sengaja mata ini melihat seekor burung (ga jelas namanya burung apa) warna hitam di dalam sangkar di depan rumah. Sempet terpikir juga siapa yang membeli burung. Padahal setau saya, ga ada yang gemar memelihara burung. Dalam hati ingin menanyakannya nanti sambil menyakan nama dan kelebihan burung tersebut.
Ketika nonton tv, ibu cerita klo kakak saya yang wanita kemarin baru saja terkena tipu. Di hipnotis katanya. Nggak tau kenapa saya malah tertawa mendengarnya. Iya.. tertipu untuk membeli burung itu. Kenapa saya tertawa? yang jelas karena membayangkan tingkah laku kakak saya itu. Selama masa terhipnotis itu dia pulang dengan perasaan senang. Tersenyum sendiri seraya membawa bungkusan ga jelas. Menceritakan apa yang baru saja dia beli. Yang jelas Ibu saya kaget karena dia baru saja berangkat kerja dan kembali lagi dengan tampang aneh. Tertawa senang sambil membawa seekor burung hitam yang ga jelas itu. Parahnya burung itu berukuran cukup besar. Dia bercerita kalau burung itu dibeli seharga Rp 600.000 rupiah. Ketika di Angkot itu dia ditawarkan seekor burung yang bisa bicara dan bersuara wanita. Burung itu dapat mengatakan "Assalamualikum" katanya. Kenyataanya? burung itu ga jelas namanya. Ga bisa ngomong apa2. Bahkan bersuara aja tidak. Dengan paruh berwarna hijau diatasnya. Yah.. mungkin dikalangan para burung, burung tersebut bukan burung kalangan seleb seperti burung beo atau merpati. Ga terkenal dan sebagai rakyat biasa. Anehnya lagi ga jelas tuh burung makannya apa. Dikasih berbagai makanan burung, buah, dan apa aja yg mungkin untuk dimakan burung, burung itu tidak memakannya. Ketika itu ibu saya menyadari klo dia(kakak saya) masih terpengaruh hipnotis. Mengatakan sebenarnya(tertipu) sambil memarahinya. Tapi percuma, pengaruh hipnotis itu masih ada. Kakak saya malah ngotot klo itu burung benar2 bagus, dan dia akan menjualnya lagi kepada orang di daerah sebelah. Katanya ada yang sudah meu membeli burung itu dengan harga tinggi. Sekitar Rp 800.000,-. Dan orang tersebut menawarnya di mobil yang sama. Orang yg menawar tersebut mengatakan kalau dia sedang tidak membawa uangnya dan akan datang kerumah nanti.(dari mana orang itu tau rumah saya?). Yang jelas itu salah satu komplotan sang penipu juga. Ya,, setahu saya mereka memang ga mungkin kerja sendiri. Pasti sudah ada skenario yang disusun bersama. Tapi saya tetap tertawa. Lucu aja mendengar penuturan ibu saya bercerita. Seorang wanita membeli burung di dalam angkot. Kemudian membawanya ketika pulang. Ga kebayang bagaimana reaksi orang2 yang melihat. Walaupun saya menyayangkan uang yang telah terbuang untuk membeli seekor burung ga jelas. Sebagian tetangga menyuruh untuk melepas burung itu. Tapi kata keponakan saya, sayang katanya kalau dilepas. Burung itu seharga Rp 600.000. Mending buat ade aja. Hahh. ntar disiksa lagi..
Belakangan ini memang saya sering mendengar aksi penipuan yang sering terjadi di mobil2 umum dari temen2. Ada yang berpura2 menjual minyak gosok, Menawarkan jam tangan, pura2 tersesat. Banyak deh. Yang jelas mereka tidak sendirian.
Ada satu cerita kejadian teman saya, ketika itu teman saya sudah merasa was2. Merasa aneh dengan penumpang2 yang baru saja masuk. Tidak lama kemudian salah seorang dari mereka bertanya ini itu. Yap,, teman saya pun menjawab segala pertanyaan itu. Mendramatisir keadaanya. Berasal dari kampung. Ibu telah tiada, bapak di kampung, dan dia sedang tinggal dengan bibinya. Wah pokoknya didramatisir deh. Yang dia harapkan cuma satu saat itu. Semoga HPnya nggak bunyi. haha.. aneh..
URI untuk menelusuri kembali entry ini adalah: http://fian.blogsome.com/2006/12/05/walau-tak-sepi-penipuan-tetap-beaksi/trackback/
RSS feed untuk komentar dalam post ini.
Baris dan paragraf akan terbentuk secara otomatis, alamat e-mail tidak pernah ditampilkan, memperkenankan HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>






1
marak banget penipuan macam kek gitu vo..aku sih yang setia naek angkot ya cuman bisa berdoa terus semoga terhindar dari hal hal buruk kek gini
Komentar oleh maya — 6 December 2006 @ 8:06 am
2
huehuehue… gw juga ikutan ketawa Vo…..
penipu itu dimana aja sama yak… dimesir juga banyak…
oiya! usul ni… kan burungnya belum ada namanya ya… gimana kalo burungnya di namain burung tipuan….
)
Komentar oleh akunamasao — 6 December 2006 @ 1:51 pm
3
ya aku tu jg bingung, ko’ bs ya kena hipnotis sprt itu? lupa segalanya,,,kt orang tua sih biar gk kena sblm keluar baca ayat kursi dulu ato minimal berdo’a.
aku jg mau cerita dikit nih, boleh kan?keluargaku jg pernah kena tipu/hipnotis sprt itu tp bedanya bukan diangkot tp melalui telp…mrk nelp ngasih tau kalo slh satu adikku masuk rs akibat kecelakaan & kritis jd perlu operasi scptnya n minta krmn dana, hebatnya sipenipu ini tau semua ttg keluarga kita, adik saya kul beda kota, untungnya pas dia telp lg tuk ngasih no reknya, kk saya udah cek melalui temennya yg ada dikota tsb, dirmhsakit yg dimksd gk ada pasien kecelakaan..jd bgt dia telp lagi kita maki hbs2an tu orang…tp kita sempet dibuat panik luar biasa..ibu sdh nangis
ya itu td sdh banyak trik yg dibuat orang tuk menipu, jadi kt nih kudu hati2…
Komentar oleh joni — 6 December 2006 @ 9:00 pm
4
eh vo,, fotoin aja burungnya, biar gua identifikasi jenisnya…
Komentar oleh rime — 8 December 2006 @ 5:06 am
5
mudah2an ga bakalan ngalamin segala macam jenis penipuan…hihihi….
tapi kalo pengemis gimana yah?
penipuan bukan?
Komentar oleh gaussac — 11 December 2006 @ 7:45 am
6
Burung? burung yang mana niy vo? Tolong kasih fotonya, ntar orang mikirnya burung yg itu..!
Btw lo gak kena tipu juga kan ikutan amw**?
Komentar oleh RiEduTobZ — 14 December 2006 @ 6:20 am
7
hehehe, saya bisa ngebayangin betapa senengnya kakakmu saat masih terhipnotis. eh, ceritanya kurang lengkap tuh. setelah sadar respon kakakmu gimana? btw, met kenal.
Komentar oleh senja — 17 December 2006 @ 3:20 am
8
Dear Ivo,
Itulah mungkin ada baiknya kita selalu mbaca doa perlindungan sebelum melangkah keluar rumah – agar di hindarkan dari kampret-kampret yang menjual burung-burung itu…
Udah jangan deket2 pedagang burung itu deh… nanti kena flu burung payah deh. heheheheh
Met berakhir pekan dan jaga kesehatan yah.
Cheers!
Komentar oleh Luigi — 22 December 2006 @ 3:52 pm