Ada apa dengan Visit Indonesia 2008 dan ‘makanan’?. Yap.. di sini aku akan mencoba menghubungkannya. Tentunya semua ini atas pemikiran dan pengalamanku.

Jika kita hendak berpergian, tentu kita membutuhkan makan. Hal yang tidak dapat kita hindari: Makan. Jika kita berpergian ke tempat yang dekat, mungkin kita dapat saja membawa bekal. Tetapi jika tempat yang kita kunjungi adalah tempat yang jauh, tentunya kita akan makan di tempat yang kita kunjungi tersebut.

Yang namanya berpergian, pastinya kita akan berusaha mengeluarkan uang secukupnya, bahkan seminimal mungkin.

Pengalamanku

Ini pengalamanku ketika sempat ke Pekanbaru Riau, Desember kemarin. Aku sempat ke kota tersebut hingga 3 kali. Kota yang cukup indah dengan ciri khas salembayung di setiap gedung.

 

 Budi, Ivo, Rezki

Di Perjalananku yang ke-2, di saat kami(aku dan temanku Budi) hendak kembali ke Jakarta. Kami menyempatkan makan di kafetaria lantai satu Bandara  Sultan Syarif Kasim II. Kami masuk. Tak ada yang istimewa dari resto tersebut. Semua tampak sederhana dan tak kutemukan tampang ramah yang biasanya kutemukan di setiap perangai dan wajah para warga Riau. Aku agak heran dengan tempat tersebut, tidak lebih baik dari resto-resto di lantai 2 di ruang tunggu dan resto-resto pada umumnya.

Berlanjut, aku mulai memesan makanan di tempat tersebut. Tak kutemukan harga di daftar menu yang diberikan. Wew,, aku berpikir siap-siap mahal di tempat seperti ini. Tapi anehnya aku agak ragu untuk menanyakan harga makanan yang aku pesan(ini sebuah kesalahan). Aku memesan lontong sayur dan softdrink kaleng. Makananpun di siapkan, aku menunggu agak lama hingga lontong sayur yang ku pesan tersebut datang. Makananpun siap dihidangkan. Lagi-lagi tak kutemukan sesuatu yang istimewa. Lontong sayur tersebut terlihat biasa saja seperti lontong sayur yang dijual abang-abang pinggir jalan. Malah setelah kurasakan lebih enak lontong sayur yang gerobak pinggir jalan. Jauh..

Makan selesai. Aku hendak membayar. Harga lontong sayur dan softdrink kaleng disebutkan… 45.000 rupiah. Aku kaget di dalam hati. Mengapa? Karena bagiku harga itu tidak cocok di resto yang rasa makanannya tak enak dan tempat yang tak bagus tersebut. AKu membandingkannya dengan resto yang ada di Bandra Soekarno Hatta. Dan harga tersebut memang tergolong mahal.

Dari topik detik forum yang kusimak, ada juga orang yang memiliki pengalaman sama denganku di Bandara tersebut. Berikut beberapa potongan kisah dari topik forum tersebut mengenai harga makanan di beberapa tempat di Indonesia.

gw makan di bandara sepinggan lumayan bro lebih mahal dari di pekan baru nasi + soto + teh botol itu bisa mencapai 53.000

Di ngurah rai gw makan bakso satu porsi isi cuma 3 butir tanpa mie/bihun kena 30 rebu

Duh,...pengalaman lo sama kaya gw waktu di Bandara Juanda surabaya....
sama juga mereka gak cantumin harga di menu, Rumah makannya si kecil kita makan nasi rawon sama bakso plus teh botol eh bayarnya sampe hampi Rp 100.000 an gitu

Kalo makan di Izzi Pizza … Aqua harganya Rp. 18 000, Coca Cola Kaleng Rp. 19 000

gua juga pernah makan di bandara sultan syarif kasim, masa indomie rebus harganya 20rb…

Gw juga pernah nih di bandara Pekanbaru, sop buntut + es teh = 50.000 kalo ndak salah inget

Yap.. dah menyimak? Masih banyak lagi sebenarnya tempat2 seperti itu di Indonesia. Bahkan di daerah dekat kita sendiri.

Lalu,, apa hubungannya dengan Visit Indonesia 2008? Tentu saja ada. Indonesia harus berbenah terlebih dahulu masalah ini. Jika Semua harga-harga tersebut mahal karena harga sewa atau tetek bengek lainnya. Bagiku itu sama saja tidak memberikan hal yang terbaik bagi pengunjung Indonesia. Kalo orang Indonesia sendiri saja sudah di beri harga mahal, bagaimana dengan turis yang mungkin para pedagang resto tersebut pikir jauh lebih dari kaya?. Dan aku yakin sekali ini bukan hanya terjadi dengan makanan tetapi juga dengan jasa-jasa atau fasilitas-fasilitas lainnya.

19 Komentar »

URI untuk menelusuri kembali entry ini adalah: http://fian.blogsome.com/2008/01/19/antara-visit-indonesia-2008-dan-makanan/trackback/

  1. 1


    Gravatar Image

    ahha, setuju bro, mungkin ga cma makanan aja, tapi tempat2 wisata juga harusnya perlu ada infrastruktur yang lebih siip lagi (penginapan, transportasi). kayaknya visit indonesia 2008 cuma panas2an gara2 beberapa kasus sama malaysia deh.


    Komentar oleh ojat — 19 January 2008 @ 4:36 am

  2. 2


    Gravatar Image

    Mahal amattttttttttt, duh tak sanggup aku :sad:


    Komentar oleh landy — 19 January 2008 @ 5:05 am

  3. 3


    Gravatar Image

    wiuh seger banget liat banner blognya


    Komentar oleh ayahshiva — 19 January 2008 @ 7:06 am

  4. 4


    Gravatar Image

    Setuju.. Turunin harga makanan di bandara..
    Ato.. Lebih baik makan di warung pinggiran aja.. lebih murah..


    Komentar oleh Anas — 19 January 2008 @ 8:52 am

  5. 5


    Gravatar Image

    @Ojat ; Betul, gw juga berfikir klo pemerintah Indonesia malah terkesan telat mikirnya. Negara tetangga kita dah duluan, dan kemungkinan mereka emang bener2 siap. Ga kaya Indonesia yang dadakan nerbitin Visit Indonesia 2008 yang bisa dibilang tanpa persiapan. Makanan masih mahal, fasilitas blom bener, aset wisata ga dijaga. Trus satu2nya cuma Bali yang terkenal. Itu juga udah tercemar sama kejadian bom Bali. Oh iya, ngemeng2 apa Indonesia tetep jaga keamanan seketat dulu? ketika bom Bali kejadian?. Kesimpulan dari semuanya. ‘Kita’ baru bergerak ketika kejadian aja.

    @landy ; Yah gitulah keadaannya. Mahal.

    @Ayahshiva ; DI minum aja mas :)

    @Anas ; bukan hanya di Bandara. Itu hanya sebagai contoh aja. Kenyataanya ditempat wisata begitu. Pengujung hanya berfikir. Oh, mereka kena pajak yang besar. Apa penjual air mineral juga kena pajak besar? Jahat banget ‘pemerintah’nya


    Komentar oleh ivo — 19 January 2008 @ 9:16 am

  6. 6


    Gravatar Image

    Makanan yang paling murah emang di emperan alias kaki lima, selain murah aduh….. enaknya :eek:


    Komentar oleh dodot — 19 January 2008 @ 11:21 am

  7. 7


    Gravatar Image

    @dodot ; Kok kakilima sih? kesannya di gelar gitu makanannya.. kotor donk. Di Warung makan pinggir jalan gitu maksudnya?. Bergantung, ada yang enak ada yg engga.


    Komentar oleh ivo — 19 January 2008 @ 12:39 pm

  8. 8


    Gravatar Image

    Males baca nya….!

    yang penting command ya… :smile:


    Komentar oleh Labyrinth — 19 January 2008 @ 2:15 pm

  9. 9


    Gravatar Image

    @Labyrinth ; Haduh.. mending di baca daripada hanya dikasih comment. :???:


    Komentar oleh Ivo — 19 January 2008 @ 2:54 pm

  10. 10


    Gravatar Image

    Hmm… coba lapor deh ke Kembar Srikandi ini deh.. kali aja mereka mempunyai wejangan, terlebih tentang riau


    Komentar oleh Ridu — 19 January 2008 @ 3:20 pm

  11. 11


    Gravatar Image

    Makan selesai. Aku hendak membayar. Harga lontong sayur dan softdrink kaleng disebutkan… 45.000 rupiah.

    Wekzz… :eek:
    Gilee sangadh…

    45.000 saya bisa buwat makan 3 hari kali tuh… :P

    Btw, mungkin bukan cuma mahal lagi buwat turisnya. Bayangin klo misalnya nanti tarif makanan nya flat dengan cukup 100 dollar, bisa makan sepuasnya… :lol:


    Komentar oleh Praditya — 19 January 2008 @ 4:19 pm

  12. 12


    Gravatar Image

    @Ridu ; Kembar Srikadi apaan Du? Okeh.. menuju…

    @Praditya ; Lha.. emang, mahal bener


    Komentar oleh ivo — 19 January 2008 @ 4:45 pm

  13. 13


    Gravatar Image

    klo di airport emang pasti jauh lebih mahal makanannya…dimana2 juga gitu deh…tapi betul sih, indonesia mesti banyak berbenah soal makanan, soalnya makanan emang salah satu senjata pariwisata kita…


    Komentar oleh fisto — 19 January 2008 @ 8:02 pm

  14. 14


    Gravatar Image

    bener tuh..
    saya dulu makan di depan stasiun balapan di solo
    masa bakso ama es teh 25rb… :eek:


    Komentar oleh sky — 19 January 2008 @ 10:15 pm

  15. 15


    Gravatar Image

    harga segitu buat kita emang mahal buanget, tapi klo buat turis manca kok kayanya harga segitu tuh enteng ya ?? kayanya sih…blum pernah jadi turis juga… :grin:


    Komentar oleh niez — 20 January 2008 @ 9:26 pm

  16. 16


    Gravatar Image

    @fisto ; Nah.. kan kuliner Indonesia paling banyak

    @sky ; Di Ngurah Rai satu baksonya 10rb

    @niez ; Masa? mungkin bagi Turis Manca krn mereka ga tau harga normal sebenarnya


    Komentar oleh Ivo — 21 January 2008 @ 9:14 am

  17. 17


    Gravatar Image

    test


    Komentar oleh Ivo — 22 January 2008 @ 5:10 am

  18. 18


    Gravatar Image

    Nggak heran deh ama yang beginian….Besok besok jangan lupa ditanya dulu harganya…


    Komentar oleh dini — 22 January 2008 @ 9:46 am

  19. 19


    Gravatar Image

    wuih .. mahal amat bang ….

    klo dibelii bakso disini dpt brp tuh ??

    hehehehe ….


    Komentar oleh rina — 22 January 2008 @ 9:56 am

RSS feed untuk komentar dalam post ini.

Berikan sebuah komentar

Baris dan paragraf akan terbentuk secara otomatis, alamat e-mail tidak pernah ditampilkan, memperkenankan HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



:smile: :grin: :lol: :wink: :cool: :oops: :???: :sad: :cry: :roll: :shock: :eek: :neutral: :razz: :mad: :evil: :twisted: :!: :?: :arrow: :idea:


Anti-spam measure: mohon ketik ulang text diatas kedalam box yang telah disediakan.

art of my life - green lime

profile


Ivo Nofiansyah
Seorang mahasiswa biasa yang males mencatat dengan segala catatannya. Hoby ngedesign dan segala hal yg berhubungan sama web. Termasuk ngedesign template ini. View My Complete profile...




pralangga.org

Locations of visitors 

to this page

BlogFam Forum

UBL BLogger

One Man One Dollar To Save Palestine

Blog juga hasil karya cipta

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia